instagram

Hanya Goresan

Sebagai seorang pelajar tentu saja sudah tidak asing lagi, mengenai apa itu beasiswa. Apalagi seorang yang mempunyai cita-cita untuk melanjutkan study dengan murah, cuma-cuma bahkan 100% GRATIS pasti sangat paham mengenai beasiswa. Beasiswa hampir diberikan pada setiap jenjang di pendidikan Indonesia, mulai Sekolah dasar hingga perkuliahan. Sebenarnya apa beasiswa itu?. Ada berapa macam beasiswa?. Untuk Siapa Beasiswa itu?.
Apa Itu Beasiswa?
Menurut Murniasih (2009) beasiswa diartikan sebagai bentuk penghargaan yang diberikan kepada individu agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Penghargaan itu dapat berupa akses tertentu pada suatu institusi atau penghargaan berupa bantuan keuangan. Pada dasarnya, beasiswa adalah penghasilan bagi yang menerimanya. Hal ini sesuai dengan ketentuan pasal 4 ayat (1) Undang-undang PPh/2000. Disebutkan pengertian penghasilan adalah tambahan kemampuan ekonomis dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang diterima atau diperoleh dari sumber Indonesia atau luar Indonesia yang dapat digunakan untuk konsumsi atau menambah kekayaan Wajib Pajak.
Dari Mana Beasiswa Berasal?
Beasiswa dapat diberikan oleh lembaga pemerintah, perusahaan ataupun yayasan. Pemberian beasiswa dapat dikategorikan pada pemberian cuma-cuma ataupun pemberian dengan ikatan kerja (biasa disebut ikatan dinas) setelah selesainya pendidikan. Lama ikatan dinas ini berbeda-beda, tergantung pada lembaga yang memberikan beasiswa tersebut. beasiswa juga banyak diberikan kepada perkelompok (group) misalnya ketika ada event perlombaan yang diadakan oleh lembaga pendidikan, dan salah satu hadiahnya adalah beasiswa.
Apa Saja Jenis-Jenis Beasiswa?
Beasiswa terdiri dari dua macam yakni beasiswa yang berasal dari pemerintah dan yang berasal dari non pemerintah (swasta) seperti perusahaan, yayasan bahkan pemerintah negara lain. Untuk beasiswa dari pemerintah Indonesia sangat beragam mulai dari beasiswa penuh, bantuan, ikatan dinas dan lain sebagainya adapun persyaratan setiap pengajuan beasiswanya tergantung dari pihak kementrian yang menaunginya. Sedangkan beasiswa yang sifatnya swasta biasanya lebih susah dikarenakan memiliki standart dan batasan penerima, seperti mahasiswa universitas tertentu.
Masalah dan Trik
(kita bahas di kolom komentar yuks)
Sekedar Informasi meskipun penulis kuliah di kampus yang notabene bukan di bawah naungan Kemendikbud penulis sudah mendapat 4 jenis beasiswa yakni beasiswa Pemprov, beasiswa aktivis, beasiswa prestasi kampus dan beasiswa perusahaan swasta lo hehehehe.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Aktivis; kata yang tak kan pernah hilang dari perbendaharaan kata dimanapun itu, karena aktivislah yang membuat dunia masih bisa begitu indah untuk di tinggali. Aktivis pada dasarnya adalah sebutan untuk orang-orang yang aktif memperjuangkan suatu kepentingan tertentu, terlepas kepentingan itu baik atau buruk tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Akan tetapi pada dasarnya aktivis tentu saja ada untuk kebaikan dan memberikan dampak positif bagi kehidupan.
Aktivis di dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) memiliki dua artian. Pertama, berdasarkan nomina (kata  benda), aktivis berarti orang (terutama anggota organisasi politik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, wanita) yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dalam organisasinya. Kedua, berdasarkan politik dan pemerintahan, aktivis berarti  seseorang yang menggerakkan (demonstrasi dan sebagainya). Aktivis digambarkan sebagai seorang yang aktif dalam melakukan perubahan.
Mengingat pengertian aktivis diatas tentu saja akhirnya memunculkan berbagai macam jenis aktivis, seperti: aktivis kemanusiaan yang konsentrasi memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan; aktivis lingkungan yang memperjuangkan nasib alam ini; aktivis buruh yang aktif memperjuangkan nasib buruh; aktivis mahasiswa; mahasiswa yang belajar jadi aktivis atau mengaku-ngaku sebagai aktivis (mungkin) dan lain-lain. Ini adalah macam-macam aktivis jika ditinjau dari ranah pergerakannya, sedangkan apabila ditinjau dari sifat aktivis maka ada yang namanya aktivis sejati, aktivis....
(Bersambung Lain Waktu, untuk sharing di kolom komentar yach).
Bersumber dari:

_____.2016. Aktivis: Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Bersumber dari: http://kbbi.web.id/aktivis. Diakses pada hari Senin 12 Juni 2017 pukul 21:25 WIB.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam pengetahuan lokal dan budaya yang dihasilkan oleh sekitar 400 etnis (Yuniati, 2010). Salah satu pengetahuan lokal yang ada pada komunitas masyarakat Indonesia adalah pengobatan tradisional. Keanekaragaman bahan yang digunakan, cara peracikannya, maupun kegunaannya menambah keunikan dari suatu pengobatan tradisional. Di Indonesia, menurut Suprana (1991), ramuan obat tradisional hampir semuanya mengandung ramuan alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Ramuan obat tradisional Indonesia hampir semuanya  berasal dari tumbuh-tumbuhan. Ciri khas ini membedakan obat tradisional Indonesia dengan obat tradisional bangsa lain yang juga menggunakan bahan alami hewani dan mineral (Suprana, 1991). Penggunaan tumbuh-tumbuhan dalam obat tradisional Indonesia didukung oleh keadaan alam Indonesia yang memiliki keragaman vegetasi yang tinggi. Tidak kurang dari 1200 jenis spesies tumbuhan digunakan dalam ramuan obat tradisonal Indonesia (Heyne,1987).
Indriyanto (2006) menyatakan bahwa tumbuhan obat merupakan sebagian tumbuhan atau bagian yang digunakan sebagai bahan obat tradisional atau jamu baik secara tunggal maupun campuran yang dianggap dan dipercaya dapat menyembuhkan suatu penyakit atau dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan. Tumbuhan obat adalah jenis tumbuhan yang sebagian, seluruh tumbuhan dan tumbuhan tersebut digunakan sebagai obat, bahan atau ramuan obat-obatan. Sedangkan Menurut Departemen Kesehatan RI, definisi tumbuhan obat Indonesia sebagaimana tercantum dalam SK MenKes Nomor149 / SK / MenKes / IV / 1978 adalah sebagai berikut:
  1.  Tumbuhan atau bagian tumbuhan yang digunakan sebagai bahan obat tradisional atau jamu.
  2.  Tumbuhan atau bagian tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pemula bahan baku obat (prokursor).
  3. Tumbuhan atau bagian tumbuhan yang diekstraksi dan ekstrak tumbuhan tersebut digunakan sebagai obat.

Obat tradisional sebagai obat-obatan yang diolah secara tadisional, turun-temurun berdasarkan resep nenek moyang, adatistiadat, kepercayaan dan kebiasaan setempat, baik bersifat magic (spontan, kebetulan) maupun pengetahuan tradisional. Bagian (organ) tumbuhan yang dimanfaatkan untuk pengobatan adalah akar (radix), rimpang (rhizome), batang (caulis), buah(fructus), daun (folia) dan bunga (flos) (Nasrudin, 2005).
(Bersambung Lain Waktu, untuk sharing di kolom komentar yach)
Bersumber dari:
Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Vol. I,II,III. Yayasan Sarana Wana Jaya. Jakarta.
Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. Jakarta : Bumi aksara.
Nasruddin, M. 2005. Inventarisasi Gulma Berpotensi Sebagai Obat di Lahan Tumpangsari, Desa Blaru, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Skripsi tidak ditebitkan. Malang: Jurusan BiologiFakultas Saintek UIN Malang.
Suprana, J. 1991. Prospek Pengembangan Industri Jamu. Prosiding Pelestarian Pemanfaatan Tumbuhan Obat dari Hutan Tropis Indonesia.
Yuniati, E dan M Alwi. 2010. Etnobotani Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Obat Tradisional dari Hutan di Desa Pakuli Kecamatan Gumbasa Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Jurnal Biocelebe. 4 (1).

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hubungan timbal balik antara manusia dan tumbuhan tidak dapat dipisahkan, bagaikan dua sisi keping mata uang logam. Manusia untuk dapat bertahan hidup tentu saja perlu memanfaatkan tumbuhan yang ada disekelilingnya. Kegiatan memanfaatkan tumbuhan yang dilakukan oleh setiap manusia, khususnya oleh setiap suku/ bangsa tertentu inilah yang dikenal dengan istilah etnobotani.
Menurut Yatias (2015) menyatakan bahwa Etnobotani dewasa ini merupakan istilah popular karena ini adalah salah satu cara pandang orang terhadap sekitar. Apabila digunakan di awal nama satu disiplin ilmu seperti botani atau farmakologi, kalimat ini menunjukkan bahwa peneliti sedang meneliti persepsi masyarakat tradisional tentang pengetahuan budaya dan teknologi. Etnobotani sebagai salah satu jembatan pengetahuan tradisional dan modern pada saat ini menjadi topik yang berkembang.
Istilah etnobotani pertama kalinya diusulkan oleh Harsberger pada tahun 1985. Etnobotani menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah ilmu botani mengenai pemanfaatan tumbuh-tumbuhan dalam keperluan kehidupan sehari-hari dan adat suku bangsa. Etnobotani berasal dari dua kata Yunani yaitu Ethnos dan botany. Etno berasal dari kata Ethnos yang berarti memberi ciri pada kelompok dari suatu populasi dengan latar belakang yang sama baik dari adat istiadat, karakteristik, bahasa dan sejarahnya, sedangkan botany adalah ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan. Dengan demikian etnobotani berarti kajian interaksi antara manusia dengan tumbuhan atau dapat diartikan sebagai studi mengenai pemanfaatan tumbuhan pada suatu budaya tertentu (Martin, 1998).
Etnobotani secara harfiah berarti ilmu yang mengkaji pengetahuan botani masyarakat lokal/tradisional. Etnobotani merupakan sebuah ilmu yang mempelajari hubungan yang berlangsung antara masyarakat tradisional dengan lingkungan nabati. Sekarang ini etnobotani digambarkan sebagai hubungan timbal balik antar manusia dengan tumbuhan. Etnobotani bertujuan membantu dalam menerangkan budaya dari suku-suku bangsa dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan makanan, pakaian, obat-obatan, bahan pewarna dan lainnya. Istilah etnobotani sudah dikenal dan statusnya sebagai ilmu tidak mengalami masalah lagi, tetapi objek yang diteliti statusnya sangat rawan karena cepatnya laju erosi sumber daya alam terutama flora dan pengetahuan tradisional pemanfaatn tumbuhan dari suku bangsa atau kelompok tertentu. Hal ini disebabkan oleh rusak dan berubahnya habitat suku bangsa dan tumbuhan tertentu di muka bumi (Soekarman dan Ridwan, 1992 dalam Ulfah, 2002).
(Bersambung Lain Waktu, untuk sharing di kolom komentar yach).

Bersumber dari:
Hastuti SD, Tokede MJ dan Maturbongs RA. 2002. Tumbuhan Obat Menurut Etnobotani Suku Biak. Traditional medicinal plants of the Biak people. Beccariana. Volume 4. No. 1.
Martin GJ. 2004. Ethnobotany: a metods manual. London: Chapman and Hall. Nasruddin, M. 2005. Inventarisasi Gulma Berpotensi Sebagai Obat di Lahan Tumpangsari, Desa Blaru, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Skripsi tidak ditebitkan. Malang: Jurusan BiologiFakultas Saintek UIN Malang.
Ulfah, M. 2002. Etnobotani pada Tumbuhan Suku Zingiberaceae di Daerah Kota Malang. Skripsi tidak diterbitkan. Malang. Jurusan Biologi UIN Malang.
Yatias, Ellyf Aulana. 2015. Etnobotani Tumbuhan Obat Di Desa Neglasari Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat. Skripsi tidak diterbitkan. Jakarta: Jurusan Biologi Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Biologi, masih ingat kapan kita berkenalan dengan ilmu ini?
Masih ingat apa itu Biologi?
Bagi anak Indonesia materi Ilmu Pengetahuan Alam kelas 3 SD/MI tentu sudah disuguhi dengan materi awal yakni Ciri-Ciri dan Kebutuhan makhluk hidup. Ini adalah awal dari kita mengenal Ilmu Biologi, yang mana disini kita sudah diberi pemahaman bagaimana membedakan makhluk hidup, dan makhluk tak hidup. Kemudian kita melangkah kejenjang lebih tinggi dan akhirnya akan dikenalkan dengan apa itu Biologi?.
Biologi berasal dari dua kata bahasa Yunani, yaitu ‘bios’ dan ‘logos’ yang artinya ‘hidup’ dan ‘ilmu’. Jadi secara sederhana Biologi dapat diartikan sebagai ilmu tentang hidup. Pengertian ini kemudian berkembang dan disempurnakan sehingga mencakup seluruh objek atau kajiannya yang sangat luas itu. Definisi Biologi yang lebih lengkap tersebut adalah sebagai berikut; Biologi adalah ilmu tentang makhluk hidup dan gejala kehidupan. Objek atau kajian dalam Biologi meliputi kelima Kingdom/Regnum dan Virus. Kelima Kingdom tersebut adalah Animalia (hewan), Plantae (tumbuhan), Fungi (jamur), Protista dan Monera. (Chandra, tanpa tahun).
Hakekat Biologi Sebagai Ilmu?
Menurut Rudyatmi, dkk (2016) menyatakan bahwa Hakekat Biologi sebagai ilmu membawa konsekuensi pada bagaimana orang dalam menanggapi dan menghayati masalah ini. Ilmu atau ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan metode ilmiah. Hal ini berarti bahwa Biologi atau ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup merupakan kebenaran ilmiah, Biologi sebagai ilmu akan terus berlaku sampai ada bukti baru yang menggugurkannya. Sebagai contoh gugurnya teori asal usul kehidupan yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda tidak hidup (abiogenesis) yang akhirnya gugur akibat ada teori baru yang menentangnya dan menggugurkannya yaitu teori asal usul kehidupan yang menyatakan bahwa adnya kehidupan berasal dari kehidupan sebelumnya (Biogenesis).
(Bersambung Lain Waktu, untuk sharing di kolom komentar yach).
Bersumber dari:
Chandra, Dewi. Tanpa Tahun. Ruang Lingkup Biologi. Bersumber dari http://sman78-jkt.sch.id/sumberbelajar/bahanajar/Ruang%20Lingkup%20Biologi.pdf. Diakses pada hari Sabtu pukul 02:00 WIB.
Rudyatmi, Ely dkk. 2016. Sumber Belajar Penunjang Plpg 2016 Mata Pelajaran/Paket Keahlian Biologi. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan 2016.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Bermain merupakan suatu aktivitas yang tidak pernah kita tinggalkan, terutama saat kita masih berusia kanak-kanak. Dengan bermain banyak hal yang dapat kita pelajari. Setiap bangsa di dunia mempunyai permainan, yang secara umum dinamakan permainan khas/tradisional. Permainan tradisional di dunia ini baik untuk orang dewasa maupun anak-anak pada umumnya berdasarkan gerak tubuh seperti berlari dan melompat, atau berdasarkan kegiatan sosial sederhana seperti kejar-kejaran, bersembunyi-sembunyian dan berkelaqhi-kelahian. Adapula yang berdasarkan kecakatan tangan seperti berhitung, melempar batu kesuatu lubang tertentu, atau berdasarkan keadaan untung-untungan seperti bermain dadu.
Terlebih lagi negara Indonesia yang kita diami ini, Indonesia yang terkenal dengan negeri yang kaya akan budaya dan suku bangsa ini tentu saja berbanding lurus dengan banyaknya permainan tradisional yang dimiliki. Permainan sebagai satu diantara jenis kegiatan yang mencirikan suatu identitas bangsa perlu sekali untuk dilestarikan. Menurut  Bishop dan Curtis (2005) mendefinisikan permainan tradisional sebagai perminan yang telah diturunkan dari satu generasi kegenerasi  berikutnya, mengandung nilai “baik,positif, bernilai, dan diinginkan”. Permainan tradisional sebagian besar berupa permainan anak yang merupakan bagian dari folklore.Permainan tradisional adalah suatu hasil budaya masyarakat, yang berasal dari zaman yang sangat tua, yang telah tumbuh dan hidup hingga sekarang, dengan masyarakat pendukungnya yang terdiri atas tua muda, laki perempuan, kaya miskin, rakyat bangsawan dengan tiada bedanya. 
Permainan tradisonal merupakan simbolisasi dari pengetahuan yang turun temurun dan mempunyai bermacam-macam fungsi atau pesan di baliknya, di mana pada prinsipnya permainan anak tetap merupakan permainan anak. Dengan demikian bentuk atau wujudnya tetap menyenangkan dan menggembirakan anak karena tujuannya sebagai media permainan. Aktivitas permainan yang dapat mengembangkan aspek-aspek psikologis anak dapat dijadikan sarana belajar sebagai persiapan menuju dunia orang dewasa. Untuk itu pentingnya menjaga dan melestarikan permaiana tradisional sebagaimana menurut Yunus (1981 bahwa permainan tradisional adalah suatu permainan warisan dari nenek moyang yang wajib dan perlu dilestarikan sebagai bagian dari proses perkembangan anak.
            Pada tulisan kali ini penulis akan menjelaskan pentingnya pelestarian permaian tradisional galasin (gobak sodor) sebagai sarana silaturrahmi. Pemilihan jenis permainan ini dilandaskan karena kekhawatiran penulis terhadap generasi muda yang lebih senang bermain sendiri dibandingkan bermain dengan teman sebaya secara kontak fisik (dalam artian ada pertemuan tatap muka secara langsung). Selain itu permainan ini merupakan permainan asli Indonesia yang menurut Albab (2015) menyatakan Gobag Sodor adalah sejenis permainan daerah asli Indonesia. Permainan Gobag Sodor terkenal di wilayah Pulau Jawa. Banyak yang mengatakan bahwa permainan ini berasal dari daerah Yogyakarta. Nama Gobak Sodor berasal dari kata Gobag dan Sodor. Kata Gobag sendiri artinya bergerak dengan bebas, sedangkan sodor artinya tombak.
Galah asin atau galasin yang juga disebut gobak sodor adalah sejenis permainan daerah asli dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan (Hidayat, 2013).
Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segi empat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan (Susanti, 2010).
Permainan Gobag Sodor ini sangat menarik dan menyenangkan, permainan ini juga melatih kerja sama dalam tim, melatih kepemimpinan, mengasah kemampuan otak, mengasah kemampuan mencari strategi yang tepat, dan meningkatkan kekuatan dan ketangkasan. Selain itu, permainan tradisional Gobag Sodor ini bagi anak-anak akan memberikan pelajaran bagaimana menghadapi dan menyelesaikan konflik yang terjadi antar teman . Banyakya manfaat ini tidak lagi membuat permainan ini digemari generasi sekarang apabila dibndingkan dengan generasi sebelumnya. Hal ini dikarenakan permainan berbasis teknologi lebih digemari generasi sekarang.
Hal ini membuat kontak fisik dan tatap muka setiap anak menjadi berkurang sehingga membuat hubugan silaturrahmi antar teman menjadi semakin renggang. Bandingkan saja dengan sebelum berkembangnya teknologi seperti sekarang anak-anak banyak menghabiskan waktu bermain secara langsung dengan teman-temanya untuk mengisi waktu senggang sedangkan sekarang banyak anak yang lebih memilih bermain secara digital dirumah. Prof. Nurhayati Rahman menyatakan ancaman kepunahan seni tradisi di Indonesia bukan hanya karena ancaman budaya asing, namun karena “ Kita tak punya kecintaan pada diri kita, bangsa kita, Negara kita. Kita bangga kalau bisa impor segala sesuatu, termasuk ilmu pengetahuan. Makanya tak ada penemuan baru, karena terlalu “menurut mereka”, bukan “menurut kita”. Padahal sumber pengetahuan kita berlimpah”.
Perminan galasin dapat dikatakan sebagai sarana silaturrahmi dikarenakan permainan ini menuntut kita untuk berkontak fisik secara langsung. Sebagaimana menurut Generasi Muda Kulonprogo (GMK) permainan ini, merupakan upaya untuk menumbuhkembangkan sikap kebersamaan. Dengan sikap ini akan menjadikan kita sebagai manusia yang peduli terhadap sesama. Kepedulian ini bisa dilakukan dalam bentuk silaturrahmi.
Islam telah memerintahkan umatnya untuk terus menyambung sillaturrahmi antar saudara sesama muslim  maupun non-muslim. Pentingnya menyambung sillaturrahmi tersebut dijelaskan dalam kitab suci Al-Qur’an maupun dalam sabda Rasulullah SAW dalam hadits.
Allah berfirman dalam QS Hujurat ayat 10:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ -١٠-
Artinya: Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
Dalam ayat diatas, dijelaskan bahwa umat Islam itu bersaudara sehingga tali sillaturrahmi antar sesama umat Islam harus tetap dijaga. Dengan menjaga tali sillaturrahmi tersebut, maka Allah akan menurunkan rahmat-Nya pada orang tersebut. Rasulullah SAW juga sering menyampaikan betapa pentingnya seorang manusia untuk tetap menjaga hubungannya dengan manusia lainnya.
“Barangsiapa yang suka dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya, maka sambunglah silaturahim” (HR. Bukhari).
“Sesungguhnya Rahmat itu tidak diturunkan kepada kaum yang di dalamnya ada seorang pemutus keluarga” (HR. Bukhari).
“Tidak ada dosa yang Allah SWT lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi” (HR Tirmidzi).
Dalam hadits-hadits tersebut dapat diketahui bahwa banyak sekali manfaat yang didapatkan dengan menjaga tali sillaturrahmi. Diantaranya ialah dilapangkan rizkinya, diakhirkan ajalnya, diberikan rahmat, diakhirkan siksaan ketika di akhirat, dan masih banyak manfaat lainnya.

Bersumber dari:
Albab, Uliel. 2015. Seru, Bermain `Traditional Sport` Gobak sodor. http://citizen6.liputan6.com/read/2208126/seru-bermain-traditional-sport-gobak-sodor. Diakses pada hari Kamis 08             Juni 2017 pukul 22.10 WIB
Generasi Muda Kulonprogo. 2014. MELIHAT LOMBA GOBAK SODOR ANTAR KECAMATAN DI KULONPROGO. https://kulonprogonews.wordpress.com/2011/05/18/melihat-lomba-gobak-sodor-antar-kecamatan-di-kulonprogo/. Diakses pada hari hari Kamis 08 Juni 2017 pukul 22.10 WIB

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

About me


Perkenalkan saya Ario Miftahul Hikmah
udah gitu aja!

Follow Us

  • instagram
  • facebook

Labels

sains sosial

recent posts

Sponsor

Facebook

Blog Archive

  • ▼  2017 (11)
    • ▼  June (6)
      • Menyoal Beasiswa
      • Apa Itu Aktivis?
      • Etnobotani Tumbuhan Berkhasiat Obat
      • Hubungan Manusia Dengan Tumbuhan; Mengenal Istilah...
      • Do You Remember About Biology ??
      • Pentingnya Pelestarian Permaian Tradisional Galasi...
    • ►  April (5)
  • ►  2014 (1)
    • ►  November (1)

Created with by ThemeXpose